Minggu, 21 Februari 2010

Kematian Seorang Teman

Rutinitas yang sama,seperti hari-hari yang sudah berlalu, beserta keburukan-keburukan menyertai. Dimulai dengan pembantu gue yang salah menyiapkan makanan, gue udah jelas-jelas minta ebi furai digoreng lembab, tapi malah dibikin kering.


Berangkat sekolah, selalu disertai teriakan-teriakan bokap dan nyokap, suruh cepetanlah, apalah, nggak guna dan cuma bikin polusi suara.


Sampai di sekolah, pagar udah mau ditutup,tinggal sedikit lagi, tapi tetep aja gue ditahan disitu sama wakil kepala sekolah. Dimarah-marahin tentang kedisiplinan waktu, lebih siap kalau jalanan macet atau jarak rumah jauh, apalah. Yaelah, gue cuma telat 16 menit 20 detikan. Penting ya dimarah-marahin begitu?


Masuk kelas, hari gue semakin menjadi-jadi. Nilai try out kimia sama fisika, ga ada yang bener. Angka tahun kemerdekaan Indonesia aja gak nyampe! Kena amukan guru lagi.


AC kelas panasnya juga mendukung konspirasi hal buruk hari ini. Gue udah cukup syarat untuk jadi Rotiboy matang siap hidang. Buat apasih bayar sekolah mahal-mahal kalau cuma buat dipanggang begini di kelas?


Belum lagi, temen-temen gue ikut berulah. Pernah ngerasa kalau ga ada orang,satupun, seperti sepihak sama kita?ya seperti itulah yang terjadi


Satu-satunya yang melegakan adalah jam pulang. Gue langsung kabur dari segala hal yang mengganggu---. Gue cabut rapat yang emang seharusnya gue ikut. Penat gue bener-bener pol sama semua itu.


Akhirnya gue pulang walau gak kerumah, mampir ke warung di deket kompleks. Tambah sempurna lagi hari gue ini dengan uang yang ternyata secara magis hilang dari dompet gue. 50.000! jadi terpaksa gue ngutang sama ibu-ibu warung. Kejutekan pun dia keluarkan ---kabur aja gue.


Bener-bener hari yang buruk, satu dunia tampaknya bekerjasama memberikan hal yang buruk ke gue.


Gue pun memutuskan untuk jalan kaki saja ke rumah.


Sebuah odong-odong lewat. Odong-odong murahan yang biasa lewat di kompleks yang p
asti sering lo liat, dibuat dari bekas ---- tempat hiburan anak kecil seperti dufan, memasang lagu anak kecil atau dangdut -apapun bisa sebenarnya, yang penting cukup mengganggu- sehingga anak kecil tertarik untuk naik.


Jalannya cukup lambat untuk gue menghindar dari odong-odong itu. Tapi sayangnya, ada yang tidak cukup beruntung dalam menghindari mesin tua tersebut. Dia lah my-soon-to-be friend tersebut.


Badannya dekil hitam, kotor karena 24 jam bertahan di kerasnya jalanan kehidupan. Dia terbaring kesakitan, badannya bergetar-getar seakan-akan ditimpa tekanan yang tidak terlihat mata. Disebelah tempat dia berbaring, darah mengalir dari lehernya, tidak sedikit tidak banyak, tapi cukup untuk memberi tahu kalau dia sekarat, mengenaskan.


Gue berjalan melewati Dia tanpa sedetikpun mengalihkan pandangan darinya. Tiba-tiba tekanan yang tadi menimpanya lepas dan dia terlontar jauh dari tempat dia terbaring dan terus meronta-ronta kesakitan tanpa henti, badannya bergetar kencang serta berteriak keras sekali tapi tanpa suara. Tidak hanya gue, seorang kakek tua dan seekor kucing hitam kurus juga memerhatikan Dia. Sekarang tekanan itu pindah ke kakek,kucing, dan gue sendiri. Memaksa untuk terus melihat Dia, berbagi rasa sakit yang Dia rasakan.


Sungguh teman yang sangat baik Dia itu! Disaat keadaan gue yang sangat terpuruk, dia bahkan lebih terpuruk lagi. Disaat gue mendapatkan semua hal buruk di kehidupan untuk gue jalani, dia dipaksa mendapatkan keburukan untuk meninggalkan kehidupannya.


Gue sangatlah beruntung, bertemu dengan Dia yang sangat tidak beruntung.


Akhirnya gue terus berjalan menuju rumah yang berjarak tinggal dua atau tiga rumah lagi, sambil terus memandang teman terbaik gue yang baru itu. Mungkin sebagai tanda terimakasih, gue seharusnya mengubur dia dengan baik, mengucapkan sepatah-dua patah kata untuk mengantar kepergiannya. Setidaknya, mungkin semut atau kecoa selokan mendengarkan.


Namun selagi gue memikirkan hal tersebut, kucing hitam yang dari tadi juga turut memandangi kisah tragisnya, meraup tubuhnya dan menggiringnya ke bak sampah terdekat untuk santapan malam. Lumayanlah, sebuah tikus got besar tergeletak mati yang tidak perlu susah-payah diburu, bisa mengenyangkan perut kucing hitam garong tersebut.


Beruntung sekali kucing itu.

Making Things Up

Starting to write here. i'm still new so just send me feedbacks.. and the stories are all fiction. hope you guys like it

Sabtu, 16 Januari 2010

LABSCHOOL, "RAW"-A-MANGUN

Labschool, labschool.

sedang dalam masa pembenahan fisik beberapa minggu lalu, jadi 11 12 lah sama jamban.

no pun intended.

pertama pembangunan gedung berlantai 8, terus lantai di dibawah ruang2 kelas 12 di rombak, nanti kasma juga mau dijadiin 3 lantai, isinya ga cuma kantin tentunya. lalu baru bagian depan sekolah di permak jadi kayak semacam airport styled -_-

dan yang paling dapet banyak protes dari anak-anak, Warna gedung kelas 12 jadi warna Biru-Kuning.

terus beberapa hari yang lalu, perbaikannya udah membaik, tanah2 udah berkurang dan segala macem, sudah merapih

gw lagi ke luar depan kelas,dan merasakan sejuknya Jakarta saat itu, sangat langka, terus ngelihat kebawah dari balkon kelas, taman Bunderan Asoka yang full hijau itu.

Yeah, sangat menyegarkan.

NAMUN, saat gw nengok ke kiri, kebagian taman yang deket sama TU, Wooaah, taman yang begitu hijau itu menjadi Merah, semerah Mars!

Padahal itu spot terenak buat piknik.

Ha?piknik?

YES. PIG-NICK.


Jadi waktu Uas semester 1 kelas 11, waktu gentingnya mikirin pensi juga. Pada setres gitu kan anak-anak. berhubung waktu itu jam 1 an dan habis uas, jadi sepi. Akhirnya gw, sanjaya, ais,ninda,shbrin, arti,dan cemisya piknik di taman sekolah! woohoo.



depan TU, dibawah pohon rindang persisnya. Bu Ulya,kepala sekolah Labsraw saat itu, kebetulan lewat, tapi nggak marah ato gimana, malah ketawa-tiwi nanya

kamu kenapa nak?

setres bu,pensi ma uas

intinya bu ulya fine-fine aja sama piknik kita kali itu. lagipula, di Brosur Labschool ada
Gambar belajar di Taman.

tapi yaa namanya juga cuma advertisement, ga bener-bener ada. jadi kita merealisasikan nya !

Dan piknik tersebut juga seru, kita nge-fly cukup dengan liat kelangit. Dewa deh pokoknya.

kembali ke perbaikan Labs, yah intinya perbaikan ini cukup mengganggu pembelajaran kelas 12 yang dimana Kelas 12 tahun ini termasuk terlalu nyantai belajarnya dibanding sekolah-sekolah lain. sumpah kalo dilihat di inten aja, kayaknya anak SMA lain pada semangat sekali nyari tandatangan.

tapi mau bagaimanapun juga, perbaikan tersebut tentu ada manfaatnya untuk sekolah tercinta kita ini. Maju terus Labs!

Selasa, 05 Januari 2010

Rabu, 30 Desember 2009

STICK TO IT

Here are some facts i found in the internet. some astonishes me, some irritates me. enjoy




1. Keadaan Bumi Di Malam Hari. titik kuning = penggunaan listrik




2. Soekarno hobi menggunakan kacamata hitam, khususnya jenis wayfarer





3. PENGARUH BAIK GLOBAL WARMING



4. Kehidupan Remaja saat ini




Those are facts. So, stick to it.

Minggu, 27 Desember 2009

Moonage Daydream

Semua orang pasti punya hayalan nya masing-masing dalam pria/wanita idaman nya.

Berhubung saya laki-laki dan lurus, saya akan bicarakan tentang wanita fantasi saya...

....Tenang, gak porno, gak vulgar,no BB +17.


Dari dulu, gw selalu menghayal seperti sebuah scene film gitu, tempatnya di ladang luas dengan rerumputan dan Bunga Matahari tumbuh didepan rumah.

dan didepan rumah itu ada perempuan lagi duduk di kursi kayu.

Perempuan itu make topi, semacam topi jerami. Rambutnya agak berombak panjang, dan make Summer Dress.

entah kenapa, pokoknya tema bayangan gw itu adalah:

1. Sunflowers
2. Sunny atmosphere
3. Summer season

(triple s)

Contoh konkret dari bayangan ini adalah:








Kate Nash

Namun kalo dibanding dengan ini:



Vintage Retro-ish

















dan contoh terkini nya:

Zooey "the mass-melting machine / prettiest thing ever walk on earth" Deschanel

2009 Film Independent Spirit Awards - Arrivals








Retro girls really puts me down to my grave

Days of Future's Past

Sudah lama tidak bersua.

Sekarang tinggal beberapa hari dari 2010, geez.

Kalo dipikirin ke depan,agak serem juga.

Karena sudah semakin mendekat dengan Gelombang Perubahan yang besar, bernama:

Kuliah...

gw melakukan sebuah research, yang semua berawal dari statement ini:

Masa SMA adalah masa yang Paling Indah.

sementara fakta yang kita Highschoolers rasakan:

"Highschool sucks"

"SMA masa yang paling gaenak"

"Gw pengen buru-buru kuliaaaarrgggh"

"jemu gw sama sekolah, fuck"

And.. so on,

Sementara gw survey ke beberapa kakak kelas yang udah kuliah,contohnya kak citra kakaknya Shabrin,kuliah itu sangat tidak enak

Kesimpulannya:
Masa SMA adalah masa yang tidak enak dengan kadar tidak enaknya paling sedikit

kembali pada kuliah, kalo ngebayangin gw kuliah nanti, ada perasaan kayak air merembes di dada kiri ( perasaan yang keluar kalo bernostalgia, inget masa lalu gitu-gitu )

Dan kalo ngebayangin tentang kuliah,pasti fantasi langsung liar : lompat ke Reuni akbar ke-50 Labschool (sekitar 8 tahun lagi)

Udah kayak apa yak orang-orang..? Gw jadi apa nanti 8 tahun lagi?

Terus ngebayangin pas Reuni itu, rame-rame ngumpul tampang udah beda-beda semua, ada yang bawa istri, ato pacaran yang sesama angkatan, terus ngobrolin hal-hal tentang pas kita masih SMA, dan menertawakan hal-hal tersebut.

woahah,
I wish there are some spoiler from the future..

Yah untuk sekarang semoga kita semua bisa diterima di kuliah yang diinginkan, kalo gw yang penting dapet kerjaan yang gw inginkan (berarti harus tetep lewatin kuliah kan, jangan berdalih)